Indonesian Islamic Business Forum Medan :Temukan Masalah Untuk Mandapatkan Solusi

Untuk
memperoleh aktifitas bisnis yang kuat dan menguntungkan, seseorang harus
memikirkan masalah tersulit dan terbanyak yang dihadapi kebanyakan orang, setelah
itu tawarkan solusi terbaik dan termurah yang bisa diberikan untuk
menyelesaikannya.
Hal tersebut
disampaikan oleh Muhammad Ramli selaku pebisnis muslim Sumatera Utara sekaligus
pembicara Indonesian Islamic Business Forum Medan saat menyampaikan
materinya di hadapan para peserta yang hadir di Cut Dewi Kopi, Jalan Gagak
Hitam Medan, Sabtu (9/4).
“Berfikirlah,
apa yang masyarakat butuhkan, begitu menemukan, lakukanlah agar bisnis itu bisa
berjalan dan menguntungkan. Karena bisnis itu perlu kualitas berfikir,” ujar
Ramli yang merupakan doktor ilmu ekonomi manajemen USU sekaligus owner bimbel
ternama di Indonesia.
Kemudian, ia
menganjurkan agar para pebisnis konsisten terhadap bisnis yang sudah dikuasai
dengan tidak terlalu terburu-buru untuk membuka bisnis-bisnis berikutnya.
Karena penguatan bisnis itu lebih penting ketimbang membesarkannya.
Untuk itu,
Ia memaparkan survey yang didapatkannya dari Amerika tentang fenomena bisnis
yang terjadi yang terkadang juga melanda pebisnis Indonesia.
“95 persen bisnis yang ada mati sebelum
sebelum masuk tahun yang keempat. Sementara hanya 5 persen saja yang bisa bertahan
sampai tahun yang ke sepuluh, maka yang 5 persen tersebutlah yang bisa
dipastikan bisnis yang sanggup bertahan dan berjalan dengan memperoleh keuntungan
besar diatas 20 milyar dollar,” jelasnya.
Oleh karena
itu, ia menekankan agar fundamental dalam berbisnis benar-benar diperhatikan,
karena kasus mati dan bangkrutnya bisnis tidak hanya terjadi di Amerika saja,
tetapi juga terjadi di Indonesia.
Untuk menguatkan
bisnis yang sedang di jalankan, Ramli memberi tips dengan menguatkan
system-sistem yang ada, baik itu Standart Operasional Prosedur (SOP) maupun
standar lainnya. Selain itu juga perlu menguatkan merek dengan mempatenkannya
serta tetap menjaga dan merahasiakan resep sukses utama dari bisnis yang sedang
dijalankan.
Selaku
pebisnis Muslim, Ia juga mengingatkan, agar memperoleh bisnis yang berkah dan menguntungkan bukanlah
bisnisnya yang terpenting, tetapi adalah orang yang menjalankan bisnis tersebut, terutama harus memiliki ketakwaan kepada
Allah sebagai Tuhan semesta alam.
“Karena
melihat fenomena pada masa sekarang, bukanlah bisnisnya yang jelek melainkan sang
pengelola bisnisnya. Oleh karena itu bisnis yang jelek tidak akan bisa maju
sehingga para pelaku bisnis tersebut perlu move on dan berbenah,”
ujarnya. (Ms)
Post a Comment