Energi Perubahan : Pemuda sebagai Pilar Kebangkitan Peradaban

Energi Perubahan :  Pemuda sebagai Pilar Kebangkitan Peradaban


Ba’da Maghrib kemarin, saya dan istri singgah di sebuah warung makan di seberang masjid. Di meja sebelah, sekumpulan anak muda tengah menikmati makan malam mereka. Wajah mereka cerah bersinar, mencerminkan semangat besar yang terpendam di dalam diri.

Melihat mereka, saya teringat potensi luar biasa yang sering kali terpancar dari anak-anak muda. Sebuah potensi yang, jika diarahkan dengan benar, dapat menciptakan perubahan besar. Seperti yang telah terbukti dalam berbagai momen sejarah, anak-anak muda adalah motor penggerak revolusi dan transformasi.

Pemuda dalam Sejarah Perjuangan

Pemuda memiliki sejarah panjang sebagai agen perubahan. Di Indonesia, saat rezim Soeharto dianggap sangat kuat, gerakan anak muda mampu menjatuhkan kekuasaannya melalui reformasi pada 1998. Sejarawan mencatat bahwa semangat yang sama telah menjadi bahan bakar revolusi di berbagai belahan dunia:

  1. Revolusi Mahasiswa di Eropa (1960-an): Para pemuda di Spanyol memimpin perlawanan terhadap diktator Jenderal Franco (sumber).
  2. Revolusi Aljazair (1954): Pemuda Aljazair mengusir penjajahan Prancis melalui perjuangan bersenjata (sumber).
  3. Gerakan Intifada Palestina: Anak-anak muda Palestina dengan semangat besar melawan penjajahan Israel, bahkan dengan risiko kehilangan nyawa (sumber).

Semangat yang sama juga tercermin dalam syair Taufik Ismail:

"Mereka anak muda pengembara tiada sendiri, mengukir reformasi karena jemu deformasi, dengarkan saban hari langkah sahabat-sahabatmu beribu menderu-deru."

Inspirasi dari Sejarah Islam

Sejarah Islam juga dipenuhi dengan kisah pemuda-pemuda yang menjadi pilar peradaban. Salah satu contohnya adalah Uqbah bin Nafi’, seorang pemuda yang menjadi panglima pasukan Muslim. Ketika berdiri di tepi Samudra Atlantik, ia berkata:

"Demi Rabb Muhammad, sekiranya bukan karena bentangan samudra ini yang menjadi penghalang, niscaya akan aku taklukkan seluruh jagat raya ini demi meninggikan kalimat-Mu."

Pemuda seperti Uqbah bin Nafi’ membuktikan bahwa semangat dan tekad mampu menaklukkan tantangan besar. Begitu pula dalam sejarah Nabi Muhammad SAW, para sahabat yang mendukung beliau mayoritas adalah para pemuda, seperti Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah, dan Mas’ab bin Umair.

Pemuda sebagai Energi Perubahan

Setiap kebangkitan peradaban membutuhkan energi pemuda. Ketika ketidakadilan merajalela dan tirani menjadi norma, anak muda muncul sebagai kekuatan kritis yang mampu menggulingkan rezim dan membangun tatanan baru. Bung Karno pernah berkata:

"Berikan kepadaku 1.000 orang tua, aku sanggup mencabut Semeru dari akarnya. Tapi berikan kepadaku 10 pemuda, maka aku sanggup mengguncangkan dunia."

Namun, tidak semua pemuda mampu menjadi agen perubahan. Seperti dalam kisah Ashabul Kahfi yang disebutkan dalam Al-Qur’an (QS Al-Kahfi: 13), mereka adalah pemuda yang memilih menjauh dari ketidakadilan dan menjaga kemurnian iman mereka. Allah SWT menyebut mereka sebagai:

“Innahum fityatun amanu birabbihim wazidnahum hudan” (Mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk).

Tantangan Pemuda di Era Modern

Saat ini, pemuda menghadapi tantangan yang berbeda. Globalisasi, teknologi, dan arus informasi yang deras bisa menjadi peluang, tetapi juga ancaman. Sebagai agen perubahan, pemuda harus mampu menjaga idealisme, mengembangkan kemampuan kritis, dan berkolaborasi untuk menciptakan dampak positif.

Laporan dari United Nations Population Fund (UNFPA) menunjukkan bahwa pada tahun 2025, hampir 65% populasi Indonesia adalah generasi muda. Angka ini menunjukkan potensi besar yang harus dimanfaatkan untuk mendorong pembangunan bangsa (sumber).

Kesimpulan

Pemuda adalah energi bagi kebangkitan peradaban. Dari sejarah hingga masa kini, peran pemuda tidak tergantikan dalam menciptakan perubahan. Namun, untuk menjadi agen perubahan yang efektif, pemuda perlu memupuk semangat, pengetahuan, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial. Dengan demikian, potensi besar mereka dapat diubah menjadi aksi nyata yang membawa kemajuan.

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak